Sebagai bentuk komitmen kami terhadap sumber bahan baku yang bertanggung jawab, kami menyadari bahwa membangun rantai pasok yang dapat ditelusuri dan transparan merupakan kebutuhan penting untuk menuju proses produksi yang berkelanjutan. Setiap bahan baku yang diterima dari produksi kebun inti dan pemasok pihak ketiga harus dipastikan berasal dari proses produksi yang sesuai dengan prinsip-prinsip dalam Kebijakan Keberlanjutan Astra Agro.

Uji Kelayakan Pemasok

Astra Agro telah membangun sistem untuk melakukan penjajagan, penjaringan dan evaluasi terhadap calon pemasok minyak sawit mentah (CPO) dan minyak inti sawit (PKO) yang akan memasuki rantai pasok. Prosedur uji kelayakan diberlakukan sebelum keputusan untuk transaksi pembelian dilakukan. Prosedur ini mencakup beberapa tahapan, yaitu:

Pemantauan Kepatuhan dan Penanganan Ketidakpatuhan Pemasok

Pemantauan kepatuhan dilakukan untuk memastikan bahwa pemasok menjalankan kegiatan operasional sejalan dengan Kebijakan Keberlanjutan Astra Agro. Pemantauan dilakukan melalui penilaian rutin untuk mengidentifikasi potensi resiko (seperti kebakaran lahan, deforestasi dan isu sosial) dari pemasok kami yang informasinya diperoleh dari berbagai sumber terpercaya dan kredibel. Berdasarkan hasil monitoring, kami akan mengkomunikasikan temuan kepada pemasok untuk konfirmasi dan klarifikasi. Jika ditemukan pemasok yang melanggar Kebijakan Keberlanjutan Astra Agro, pemasok tersebut akan dianggap tidak patuh (non compliant). Untuk pemasok yang tidak patuh, kami akan membangun komunikasi intensif dan mendampingi mereka dalam menyusun rencana aksi perbaikan serta implementasinya. Pemantauan kemajuan akan dilakukan hingga kami yakin bahwa pemasok yang bersangkutan telah sejalan dengan kebijakan kami.