Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu

Kebijakan dalam penggunaan bahan kimia

Kami telah menetapkan pilihan pada pengendalian hama secara terpadu. Sebagai konsekuensi dari pilihan ini maka Perusahaan harus memelihara keseimbangan ekosistem di perkebunan kelapa sawit. Pada penerapan pengendalian hama secara terpadu penggunaan bahan kimia justru berisiko membahayakan agen hayati penting yang dilestarikan sebagai musuh alami OPT dan oleh sebab itu hanya dilaksanakan secara selektif berdasarkan hasil analisis ekosistem terhadap hasil pengamatan OPT dan memperhatikan ambang batas ekonomi. Pestisida yang yang digunakan hanyalah jenis yang paling efektif dan diizinkan oleh pemerintah.

Pemanfaatan agen hayati untuk pengendali hama

Pemanfaatan agen hayati dalam upaya mengendalikan OPT terus dikembangkan oleh Perusahaan. Cara ini memanfaatkan musuh alami berupa predator, patogen, parasitoid dan agen antagonis yang diatur keberadaannya, sehingga populasi OPT berada dalam keseimbangan ekologis yang tidak menyebabkan kerusakan tanaman.

Perusahaan melestarikan burung hantu (Tyto alba) sebagai agen hayati pengendali hama tikus yang ramah lingkungan. Pada akhir tahun 2015, populasi induk Tyto alba mencapai 11.490 ekor. Kami mengembangkan berbagai jenis tanaman berbunga sebagai tanaman inang alternatif sekaligus sumber makanan bagi serangga parasitoid dan musuh alami OPT yaitu: Turnera subulata, Turnera ulmifolia, Euporbia heterophylla, Cassia tora, Antigonon leptopus berperan vital mewujudkan kelimpahan populasi serangga agen hayati sehingga dapat menekan serangan OPT. Perusahaan juga memanfaatkan mikroorganisme seperti virus MNPV (Mono nuclear polyhedral virus) untuk menginfeksi dan menyebabkan penyakit pada hama ulat api jenis Thosea asigna dan Setora nitens. Perusahaan mengeksplorasi keberadaan agen hayati yang dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan OPT. Agen hayati alami yang berada di lingkungan perkebunan kelapa sawit lebih sesuai bagi jenis organisme pengganggu tanaman lokal karena merupakan bagian dari ekosistem dan dapat difungsikan untuk memelihara keseimbangan ekosistem.

 

Kami berkomitmen untuk melindungi karyawan, masyarakat lokal, dan lingkungan dari resiko bahan kimia berbahaya. Salah satu usaha yang dilakukan adalah menjalankan sistem pengendalian hama dan penyakit terpadu agar meminimalkan penggunaan bahan kimia dalam kegiatan operasional.

null
AUTOMASI DETEKSI DINI DAN NOTIFIKASI ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN (OPT) MENGGUNAKAN DAWAI
null
PEMANFAATAN MUSUH ALAMI ALTERNATIF SEBAGAI DAYA DUKUNG KESEIMBANGAN EKOSISTEM
null
PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN SECARA TERPADU
null
SELEKTIF DAN MEMINIMALISIR PENGGUNAAN PESTISIDA KIMIAWI
null
PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
No  Indikator Kriteria
Emas Hijau Biru Merah Hitam
1 Ketepatan waktu pelaporan < Tanggal 26 = Tanggal 26 > Tanggal 26 > Tanggal 26 > Tanggal 26
2 Dokumentasi (File) Ada Tidak Ada Ada Tidak Ada Tidak Ada
3 Laporan stok material Ya Ya Ya Ya Tidak
4 Laporan penggunaan material Ada Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada
5 Improvement yang dijalanan >3 improve 2-3 improve 1 improve Tdk Jalan Tidak Ada
6 Rencana pengendalian Ya Ya Ya Ya Tidak
7 Pelaksanaan pengendalian sesuai SOP Ya Ya Ya Tidak Tidak
8 Jenis pestisida sesuai dengan OPT Ya Ya Ya Ya Tidak
9 Menggunakan dosis minimal Ya Ya Ya Ya Tidak
10 Pengendalian menggunakan pestisida biologi Ya Ya Ya Tidak Tidak
11 Produksi agensia hayati secara kontinyu Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada
12 Kelengkapan alat keselamatan kerja Ya Ya Ya Ya Tidak
13 Rambu-rambu pengendalian Ada Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada
14 Pengelolaan limbah B3 Ya Tidak Tidak Tidak Tidak